{"id":869,"date":"2026-04-30T06:36:45","date_gmt":"2026-04-30T06:36:45","guid":{"rendered":"https:\/\/skb.sch.id\/?p=869"},"modified":"2026-04-30T07:11:13","modified_gmt":"2026-04-30T07:11:13","slug":"edukasi-interaktif-yakult-dorong-siswa-skb-biasakan-hidup-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/skb.sch.id\/index.php\/2026\/04\/30\/edukasi-interaktif-yakult-dorong-siswa-skb-biasakan-hidup-sehat\/","title":{"rendered":"Edukasi Interaktif Yakult Dorong Siswa SKB Biasakan Hidup Sehat"},"content":{"rendered":"<hr \/>\n<p><strong>S K B<\/strong> &#8211; Puluham peserta didik Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bandar Lampung, mengikuti kegiatan edukasi pola hidup sehat yang digelar PT Yakult Indonesia Persada pada 27-30 April 2026.<\/p>\n<p>Kegiatan digelar di satuan pendidikan setempat, itu menjadi bagian dari upaya mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p>Edukasi dilakukan melalui penyampaian materi secara langsung oleh manajemen perusahaan serta pemutaran film edukatif yang menarik dan mudah dipahami.<\/p>\n<p>Peserta yang berasal dari jenjang PAUD hingga pendidikan kesetaraan Paket A, Paket B, dan Paket C, tampak antusias mengikuti kegiatan, terutama saat menyaksikan tayangan visual yang menggambarkan praktik hidup sehat secara nyata.<\/p>\n<p>Dalam kegiatan tersebut, siswa diajak memahami pentingnya menjaga kebersihan diri, mengonsumsi makanan bergizi, rutin berolahraga, serta menjaga kesehatan pencernaan.<\/p>\n<p>Penyampaian materi melalui media audio visual dinilai efektif dalam membantu peserta didik memahami pesan yang disampaikan, sekaligus menumbuhkan minat untuk menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-853\" src=\"https:\/\/skb.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FotoGrid_20260430_100044802.jpeg\" alt=\"\" width=\"1591\" height=\"958\" srcset=\"https:\/\/skb.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FotoGrid_20260430_100044802.jpeg 1591w, https:\/\/skb.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FotoGrid_20260430_100044802-300x181.jpeg 300w, https:\/\/skb.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FotoGrid_20260430_100044802-1024x617.jpeg 1024w, https:\/\/skb.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FotoGrid_20260430_100044802-768x462.jpeg 768w, https:\/\/skb.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FotoGrid_20260430_100044802-1536x925.jpeg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1591px) 100vw, 1591px\" \/><\/p>\n<p>Koordinator PAUD SKB, Siti Maryam, S.Pd, mengatakan kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran hidup sehat sejak dini, terutama di lingkungan pendidikan nonformal.<\/p>\n<p>Menurutnya, kebiasaan hidup sehat tidak hanya berdampak pada kondisi fisik, tetapi juga memengaruhi kualitas hidup secara keseluruhan.<\/p>\n<p>&#8220;Penerapan pola hidup sehat memiliki berbagai manfaat yang signifikan. Selain meningkatkan daya tahan tubuh, kebiasaan tersebut juga membantu mencegah berbagai penyakit, terutama yang berkaitan dengan sistem pencernaan dan pola makan tidak seimbang,&#8221; kata dia, Kamis, 30 April 2026.<\/p>\n<p>Konsumsi asupan yang mengandung bakteri baik atau probiotik, kata dia, turut berperan dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme di dalam usus, sehingga sistem pencernaan dapat bekerja secara optimal.<\/p>\n<p>Lebih dari itu, gaya hidup sehat juga berpengaruh terhadap kemampuan belajar peserta didik. Tubuh yang sehat cenderung membuat siswa lebih fokus, aktif, dan memiliki energi yang cukup dalam mengikuti proses pembelajaran.<\/p>\n<p>&#8220;Hal ini menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan, khususnya di lingkungan pendidikan nonformal yang membutuhkan pendekatan pembelajaran yang adaptif,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-854\" src=\"https:\/\/skb.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FotoGrid_20260430_095959030.jpeg\" alt=\"\" width=\"1335\" height=\"770\" srcset=\"https:\/\/skb.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FotoGrid_20260430_095959030.jpeg 1335w, https:\/\/skb.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FotoGrid_20260430_095959030-300x173.jpeg 300w, https:\/\/skb.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FotoGrid_20260430_095959030-1024x591.jpeg 1024w, https:\/\/skb.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FotoGrid_20260430_095959030-768x443.jpeg 768w\" sizes=\"auto, (max-width: 1335px) 100vw, 1335px\" \/><\/p>\n<p>Di tempat yang sama, Koordinator Pendidikan Kesetaraan Paket B SKB Ibransyah, S.I.P, menilai program edukasi ini sangat relevan dengan kebutuhan peserta didik saat ini. Ia menyebutkan bahwa pendekatan yang digunakan mampu memberikan pemahaman yang sederhana namun berdampak besar.<\/p>\n<p>\u201cAnak-anak terlihat sangat antusias. Mereka tidak hanya menonton, tetapi juga mulai memahami kebiasaan baik yang bisa mereka lakukan setiap hari, seperti mencuci tangan dan menjaga pola makan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan agar kesadaran hidup sehat semakin tertanam kuat sejak dini. Dengan demikian, peserta didik tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu membangun kebiasaan positif yang mendukung kesehatan dan masa depan mereka.<\/p>\n<p>&#8220;Melalui kegiatan ini, kolaborasi antara dunia industri dan lembaga pendidikan kembali menunjukkan peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat, dimulai dari generasi muda, untuk hidup lebih sehat dan berkualitas,&#8221; tutur dia. (*)<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>S K B &#8211; Puluham peserta didik Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bandar Lampung, mengikuti kegiatan edukasi pola hidup sehat yang digelar PT Yakult Indonesia Persada pada 27-30 April 2026. Kegiatan digelar di satuan pendidikan setempat, itu menjadi bagian dari upaya mengenalkan pentingnya menjaga kesehatan tubuh melalui kebiasaan sederhana yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":4,"featured_media":874,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[6],"tags":[],"class_list":["post-869","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-informasi"],"aioseo_notices":[],"jetpack_featured_media_url":"https:\/\/skb.sch.id\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/FotoGrid_20260430_140353648.jpeg","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/skb.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/869","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/skb.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/skb.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skb.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/4"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skb.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=869"}],"version-history":[{"count":6,"href":"https:\/\/skb.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":879,"href":"https:\/\/skb.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/869\/revisions\/879"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/skb.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/874"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/skb.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/skb.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/skb.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}