G
N
I
D
A
O
L

Siswa Paket C SKB Bandar Lampung Fokus Hadapi ATS


S K B – Keseriusan terlihat dari peserta didik Pendidikan Kesetaraan Program Paket C Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bandar Lampung saat mengikuti Asesmen Tengah Semester (ATS) Ganjil Tahun Ajaran 2026/2027, Kamis, 1 Oktober 2026.

Peserta didik tampak mengikuti setiap tahapan asesmen dengan tertib dan fokus mengerjakan soal yang diberikan. Pada hari pelaksanaan ATS tersebut, siswa mengikuti empat mata pelajaran, yakni Geografi, Sosiologi, Pendidikan Agama Islam (PAI), dan Bahasa Inggris.

Salah satu peserta didik, Amel Dawati, mengaku berusaha menjawab setiap soal dengan seksama. Ia mengatakan persiapan menghadapi ATS telah dilakukan dengan belajar secara rutin sebelum pelaksanaan ujian.

“Saya berusaha mengerjakan soal dengan teliti dan sesuai dengan yang saya pelajari. Sebelum ujian saya juga belajar setiap hari supaya lebih siap,” kata Amel, di SKB, Kamis.

Menurutnya, belajar secara rutin membuat dirinya lebih percaya diri ketika menghadapi soal. Ia juga berusaha tidak terburu-buru dalam membaca dan menjawab setiap pertanyaan.

Baca juga: Siswa Paket C SKB Ikuti Asesmen Tengah Semester Ganjil 2026/2027 

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SKB Bandar Lampung, Ibransyah, S.I.P, mengatakan keseriusan peserta didik dalam mengikuti ATS menjadi bagian penting dari proses pendidikan kesetaraan.

Menurutnya, asesmen tidak hanya digunakan untuk mengukur kemampuan akademik peserta didik, tetapi juga menjadi bagian dari proses evaluasi pembelajaran.

“ATS ini penting untuk melihat sejauh mana peserta didik memahami materi yang sudah diberikan. Hasilnya juga menjadi bahan evaluasi bagi kami untuk melihat bagian pembelajaran yang masih perlu diperkuat,” ujar Ibransyah.

Menurut dia, peserta didik pendidikan kesetaraan perlu memiliki sikap disiplin dan bertanggung jawab dalam mengikuti setiap proses pembelajaran, termasuk ketika menghadapi asesmen.

Ia juga mengapresiasi peserta didik yang mempersiapkan diri dengan belajar secara rutin. Menurutnya, kebiasaan belajar tidak hanya membantu menghadapi ujian, tetapi juga membangun kemandirian peserta didik dalam proses pendidikan.

“Kami berharap peserta didik mengikuti ATS dengan sungguh-sungguh, percaya diri, dan mengerjakan soal berdasarkan kemampuan sendiri. Asesmen ini merupakan bagian dari proses belajar, bukan sesuatu yang perlu ditakuti,” katanya. (ARYA & FERY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *