S K B – Semangat belajar peserta didik pendidikan kesetaraan mewarnai pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) Genap Tahun Pelajaran 2025/2026 di Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bandar Lampung.
Kegiatan yang berlangsung pada 2–4 Juni 2026 tersebut menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur capaian pembelajaran sekaligus menentukan kenaikan kelas peserta didik.
Pelaksanaan ASAS diikuti peserta didik Program Paket A, Paket B, dan Paket C. Untuk Paket A, asesmen diikuti peserta didik kelas rendah dan kelas tinggi. Sementara Paket B diikuti peserta didik kelas VII dan VIII, sedangkan Paket C diikuti peserta didik kelas X dan XI.
Selama tiga hari pelaksanaan, peserta didik mengerjakan berbagai mata pelajaran sesuai jenjang masing-masing, mulai dari Pendidikan Kewarganegaraan, Agama, Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu Pengetahuan Sosial hingga mata pelajaran peminatan pada Paket C seperti Sosiologi, Ekonomi, dan Geografi.

Baca juga: Jadwal ASAS Pendidikan Kesetaraan Paket B TP 2025/2026
Koordinator Paket B SPNF SKB Kota Bandar Lampung, Ibramsyah, S.I.P, mengatakan seluruh rangkaian asesmen berjalan dengan baik dan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Pelaksanaan ASAS semester genap tahun ini berlangsung tertib, aman, dan lancar. Peserta didik menunjukkan kesungguhan dalam mengikuti ujian, sementara para tutor dan panitia turut memastikan seluruh proses berjalan sesuai prosedur,” ujarnya, Kamis, 6 Juni 2026.
Menurutnya yang kesempatan itu didampingi staf Program Paket B Kurnia Nugrahini, S.Pd itu, ASAS merupakan instrumen penting dalam proses pendidikan karena menjadi alat untuk mengukur tingkat penguasaan kompetensi peserta didik setelah mengikuti pembelajaran selama satu semester.
“Hasil asesmen ini menjadi salah satu dasar penilaian bagi satuan pendidikan untuk menentukan kenaikan kelas peserta didik ke jenjang berikutnya. Selain itu, hasilnya juga menjadi bahan evaluasi bagi tutor dalam meningkatkan kualitas pembelajaran,” jelasnya.
Baca juga: Jadwal ASAS Pendidikan Kesetaraan Paket A TP 2025/2026
Senada dengan itu, Koordinator Paket A SPNF SKB Kota Bandar Lampung, Nuril Huda, S.H, mengatakan bahwa pelaksanaan ASAS menjadi momentum penting untuk melihat perkembangan kemampuan akademik peserta didik sekaligus membangun budaya belajar yang positif.
“Melalui ASAS, kami dapat mengetahui sejauh mana peserta didik memahami materi yang telah diberikan selama satu semester. Penilaian ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada semester berikutnya,” kata Nuril Huda.
Ia mengatakan, pendidikan kesetaraan memiliki peran strategis dalam memberikan kesempatan belajar bagi seluruh lapisan masyarakat, sehingga setiap proses penilaian harus dilaksanakan secara objektif dan berintegritas.
“Kami berharap peserta didik dapat mengikuti asesmen dengan penuh tanggung jawab dan percaya diri. Hasil yang diperoleh nantinya menjadi cerminan dari proses belajar yang telah mereka jalani sekaligus bekal untuk melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi,” kata dia didampingi staf Program Paket A Azuardi itu.
Baca juga: Jadwal ASAS Pendidikan Kesetaraan Paket C TP 2025/2026
Sementara itu, Koordinator Paket C Desmawati, S.E., M.M, menilai ASAS memiliki peran strategis dalam menjaga mutu pendidikan kesetaraan agar tetap relevan dan berkualitas.
“Keutamaan dari Asesmen Sumatif Akhir Semester adalah memberikan gambaran nyata tentang perkembangan kemampuan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran selama satu semester. Dari hasil ini, tutor dapat mengetahui capaian belajar peserta didik secara lebih objektif,” katanya.
Desma yang kesempatan itu juga didampingi staf Program Paket C Inggriyani Makki, S.Pd itu menjelaskan, asesmen juga menjadi sarana untuk memetakan kemampuan peserta didik sehingga program pembelajaran berikutnya dapat dirancang lebih tepat sasaran.
“Melalui ASAS, kita dapat mengidentifikasi kompetensi yang sudah dikuasai maupun yang masih perlu ditingkatkan. Dengan demikian, proses pembelajaran pada semester berikutnya dapat berjalan lebih efektif dan mampu menjawab kebutuhan belajar peserta didik,” katanya. (INTAN & ANGGRAINI)
