DOK SKB BANDAR LAMPUNG
S K B – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah melaksanakan kegiatan pendampingan Program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) di Kota Bandar Lampung, Jumat, 17 April 2026.
Kegiatan yang digelar di Aula Mufakat Jejamo Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandar Lampung ini diikuti sekitar 30 peserta, terdiri atas unsur Bidang PAUD, pengawas, penilik, serta kepala TK negeri dan swasta se-Kota Bandar Lampung. Acara tersebut dibuka oleh Kepala Disdikbud, Dr. M. Nur Ramdhan, M.Acc., Akt., CGAE., CA., ACPA.
Salah satu peserta yang turut hadir adalah Koordinator PAUD Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Bandar Lampung, Siti Maryam, S.Pd. Ia mengikuti kegiatan pendampingan bersama peserta lainnya sebagai bagian dari upaya penguatan implementasi program KAIH di satuan pendidikan.
Siti Maryam menyampaikan bahwa program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat merupakan langkah strategis dalam membentuk karakter anak sejak usia dini melalui pembiasaan positif yang dilakukan secara konsisten di lingkungan pendidikan.
“Program ini sangat relevan diterapkan di PAUD, karena pembentukan karakter memang harus dimulai sejak usia dini. Kebiasaan-kebiasaan baik yang ditanamkan akan menjadi fondasi kuat bagi perkembangan anak ke depan,” ujarnya, Jumat.
Melalui kegiatan pendampingan ini, para pendidik mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif terkait implementasi program, mulai dari konsep hingga praktik di lapangan.
“Pendampingan ini membantu kami untuk lebih memahami bagaimana mengintegrasikan tujuh kebiasaan tersebut dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari, sehingga tidak hanya menjadi teori, tetapi benar-benar diterapkan,” katanya.
Menurutnya, keberhasilan program ini juga sangat bergantung pada kolaborasi antara pendidik, orangtua, dan lingkungan sekitar anak.
“Sinergi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci utama. Kebiasaan yang dibangun di sekolah perlu diperkuat di rumah agar hasilnya lebih optimal,” jelasnya.
Ia berharap, melalui kegiatan ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan di satuan pendidikan masing-masing dalam menanamkan nilai-nilai positif kepada anak.
“Harapannya, setelah kegiatan ini, kami bisa mengimplementasikan program secara berkelanjutan dan menularkan praktik baik kepada satuan pendidikan lain,” tuturnya. (*)
