S K B – Di balik peta-peta yang tergantung di dinding kelas dan lembar-lembar atlas yang terbuka, guru Geografi di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Bandar Lampung itu menjadikan bumi sebagai ruang belajar tanpa batas bagi peserta didik. Memandang bahwa setiap garis kontur, arah mata angin, hingga perubahan cuaca bukan sekadar materi pelajaran, melainkan bagian dari cerita besar tentang kehidupan yang perlu dipahami dan dijaga bersama.
Dalam proses pembelajaran, seorang guru berupaya menghadirkan suasana yang hangat dan komunikatif. Tidak hanya menjelaskan materi, tetapi juga mengajak serta menggugah rasa ingin tahu peserta didik. Meyakini bahwa konsep-konsep seperti interaksi manusia dengan lingkungan, dinamika litosfer, hingga perubahan iklim perlu dipahami sebagai bagian dari realitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Mengajar di lingkungan pendidikan nonformal seperti SKB, menyadari adanya beragam tantangan karena latar belakang peserta didik yang berbeda-beda. Namun demikian, melihat hal tersebut sebagai kekuatan untuk merangkul perbedaan, menyesuaikan metode pembelajaran, serta menciptakan suasana belajar yang inklusif, menyenangkan, dan bermakna.
Kerap memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai laboratorium alam. Kota Bandar Lampung dijadikannya sebagai media pembelajaran nyata, sehingga peserta didik dapat mengamati langsung kondisi lingkungan, memahami potensi wilayah, serta menyadari pentingnya menjaga keseimbangan alam. Melalui pendekatan tersebut, menanamkan pemahaman bahwa geografi tidak hanya untuk dipelajari, tetapi juga untuk dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Lebih dari sekadar pengajar, berperan sebagai inspirator. Menanamkan nilai kepedulian terhadap lingkungan, membangun pola pikir kritis, serta mendorong peserta didik untuk berani menyampaikan pendapat. Setiap pertanyaan yang muncul di kelas dipandangnya sebagai peluang untuk belajar bersama.
Dedikasinya tercermin dari upaya yang konsisten dalam berinovasi. Memanfaatkan berbagai media pembelajaran, termasuk teknologi sederhana dan diskusi interaktif, untuk memastikan materi dapat dipahami dengan baik. Meyakini bahwa keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian nilai, tetapi dari perubahan sikap dan cara pandang peserta didik terhadap lingkungan dan dunia di sekitarnya.
Melalui pendekatan pembelajaran yang inspiratif, seorang guru berupaya menumbuhkan generasi yang tidak hanya mengenal peta, tetapi juga memahami makna di baliknya. Berharap peserta didik dapat tumbuh menjadi individu yang sadar bahwa setiap tindakan memiliki dampak terhadap bumi, serta memiliki tanggung jawab dalam menjaga masa depan lingkungan.
Dari ruang belajar sederhana di SKB Kota Bandar Lampung, terus menanamkan kesadaran, menumbuhkan rasa tanggung jawab, dan membuka cakrawala berpikir peserta didik. Meyakini bahwa dari pemahaman tentang bumi, akan lahir generasi yang mampu menjaganya. (*)

